SKRIPSI ( S1-MANAJEMEN PEMASARAN )

www.tokomadura.co.id

SKRIPSI ( S1-MANAJEMEN PEMASARAN )
FAKTOR-FAKTOR YANG DIPERTIMBANGKAN KONSUMEN DALAM MEMBELI SEPEDA MOTOR BARU MERK NASHA PADA CV. DIRGAHAYU MOTOR
 DI KOTA PAMEKASAN

 (Untuk judul-judul skripsi lainnya : ekonomi akuntansi, keuangan, pemasaran & sdm. Disini)

I.1. LATAR BELAKANG

Di era globalisasi sekarang ini pada umumnya marketing manajemen merupakan suatu disiplin ilmu yang memiliki arti sangat penting dalam dunia usaha, karena semakin majunya teknologi dalam berbagai bidang menuntut setiap orang atau lembaga (perusahaan) untuk selalu berkompetisi dalam rangka mencapai tujuan yang telah ditetapkan yaitu memperoleh keuntungan yang optimal dengan pengeluaran yang seminimal mungkin.
Bangaknya prasarana dan sarana penunjang usaha maka fokus utama lebih ditekankan kepada upaya untuk meningkatkan pemasaran yang ditujukan untuk memuaskan konsumen. Dengan demikian tingginya tingkat persaingan pada periode sekarang, dituntut untuk meningkatkan efisiensi dan efektivitas dari berbagai sumber daya yang ada menjadi lebih besar atau meningkat. Dari pemikiran tersebut merupakan suatu hal yang lazim pada zaman sekarang dimana perubahan lingkngan senantiasa terjadi perubahan terus-menerus dalam proses perkembangan suatu Negara, yang secara tidak langsung mempengaruhi pembeli untuk bersedia membeli barang dan jasa perusahaan pada saat mereka membutuhkan.Dengan begitu maka persaingan diantara perusahaan-perusahaan semakin ketat.Hal inilah yang membuat perusahaan-perusahaan berlomba-lomba untuk mendapatkan kepercayaan konsumen sehingga mampu untuk mendapatkan keuntungan sebesar-besarnya dengan pengeluaran sekecil mungkin.

(jika anda ingin memilikicontoh skripsinya lengkap dlm format(M.word)Silahkanhub.08563056386(pak eko)(SMS aja)
anda hanya mengganti ongkos pengetikan MURAH(150rb/judul)
pembayaran melalui transfer antar BANK, pengriman via email.
Caranya berkas akan kirim duluan via email anda tetapi berpassword, setelah anda melakukan pembanyaran, maka password akan dikirim via sms ke no.hp anda.

Hal ini yang dilakukan perusahaan CV. DIRGAHAYU MOTOR yang bergerak dalam bidang penjualan sepeda motor baru merk NASHA. Yang berada di Jl.KABUPATEN NO.10 (Depan Pasar Gadin, Sebelah Timur Indomaret) Pamekasan. Memasarkan produk-produknya dengan perencanaan-perencanaan yang baik sehingga memperoleh keuntungan yang optimal.
Bagi perusahaan CV. DIRGAHAYU MOTOR yang ingin tetap sukses dan hidup, maka haruslah berusaha agar dapat selalu berkembang dan mampu mengambil keputusan secara bijaksana. Sebab keputusan yang tidak dan kurang bijaksana akan berakibat perusahaan tidak dapat mencapai tujuan. Pertimbangan yang matang harus dimiliki oleh masing-masing perusahaan dalam mengusahakan sesuatu yang berkaitan dengan masalah produksi ataupun pemasarannya. Tingkat persaingan pasar yang semakin tinggi memungkinkan suatu perusahaan mengalami kegagalan dalam melaksanakan pemasaran. Hal ini juga yang memungkinkan perusahaan CV. DIRGAHAYU MOTOR bertambah maju, bila dalam persaingan pasar semakin tinggi tersebut mampu menyusun rencana pemasaran yang baik.
Dalam rangka meningkatkan pemasaran dengan upaya memuaskan konsumen tersebut maka perusahaan CV. DIRGAHAYU MOTOR harus menganalisa perilaku konsumen. Dan di dalam menganalisa perilaku konsumen akan lebih berhasil apabila perusahaan dapat memahami aspek-aspek psikologis manusia secara keseluruhan, kekuatan faktor budaya, prinsip-prinsip ekonomi, strategi pemasaran. Karena seringkali perilaku dari konsumen dipengaruhi oleh faktor sosial budaya, dan psikologis yang keduanya secara langsung maupun tidak langsung akan berpengaruh terhadap perilaku konsumen dalam hal pengambilan keputusan pembelian.Kemapuan di dalam menganalisa perilaku konsumen berarti keberhasilan di dalam menyelami jiwa kosumen dalam memenuhi kebutuhannya.
Perilaku setiap konsumen secara umum dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor-faktor itu baik secara individu maupun bersama-sama dapat berpengaruh terhadap keputusan seseorang melakukan pembelian baik produk atau jasa, memilih jenis, penetuan saat pembelian maupun tempat di mana harus membeli.
Tujuan kegiatan pemasaran adalah mempengaruhi pembeli untuk bersedia membeli barang atau jasa perusahaan pada saat konsumen membutuhkan. Hal ini sangat penting bagi pengelola perusahaan dapat mengembangkan, menentukan harga, mempromosikan dan mendistribusikan produk dan jasa kepada para konsumen.
Mengingat betapa pentingnya pemahaman tentang perilaku konsumen yang dipertimbangkan dalam pengambilan keputusan membeli sepeda motor baru merk NASHA maka peneliti mengambil judul penelitian : “FAKTOR-FAKTOR YANG DIPERTIMBANGKAN KONSUMEN DALAM MEMBELI SEPEDA MOTOR BARU MERK NASHA PADA CV. DIRGAHAYU MOTOR DI KOTA PAMEKASAN”.

I.2. RUMUSAN MASALAH
Sedangkan masalah yang ingin dijawab dalam penelitian adalah sebagai berikut :
1.Bagaimanakah pengaruh faktor:Produk, Harga, Promosi, Distribusi terhadap kepuasan konsumen dalam membeli sepeda motor baru merk NASHA pada CV. DIRGAHAYU MOTOR di kota pamekasan ?
2.Diantara faktor-faktor yang mempengaruhi, manakah yang paling dominan pengaruhnya terhadap konsumen dalam membeli sepeda motor baru merk NASHA pada CV. DIRGAHAYU MOTOR di kota pamekasan ?

I.3. BATASAN MASALAH DAN KERANGKA PEMIKIRAN
I.3.1. Batasan Masalah
Batasan masalah yang ditetapkan berdasarkan rumusan masalah diatas adalah :
1.Sistem pemasaran adalah suatu kesenjangan qualitas/mutu pelayanan antara harapan dengan kenyataan pada CV.DIRGAHAYU MOTOR di kota Pamekasan.
2.faktor-faktor mutu pelayanan yang digunakan dalam penelitian ini adalah Produk, Harga, Promosi, Distribusi.
3.Pelayanan Jasa adalah suatu yang tidak bisa diraba/disentuh tetapi bisa dirasakan dan dinikmati.
4.Deteksi perbandingan antara sepeda motor merk NASHA dengan sepeda motor merk lain tidak dibahas.
5.Kuisioner yang disebarkan hanya pada konsumen sepeda motor baru merk NASHA pada CV. DIRGAHAYU MOTOR di kota pamekasan.
I.3.2. Kerangka Pemikiran
Untuk memudahkan penganalisaan pada penelitian ini maka diperlukan kerangka berfikir atau model penelitian sebagai berikut :

Pada gambar/ diagram diatas menunujukkan variabel bebas(X) adalah Produk, Harga, Promosi, Distribusi yang memiliki hubungan erat satu sama lainnya.
Dari keempat variable bebas(X) tersebut sangatlah erat hubungan satu sama lainnya untuk mempengaruhi variabel terikat(Y) yaitu keputusan memilih.
Variabel bebas Produk(X1)=produk yang memenuhi kriteria/kebutuhan pangsa-pasar sangat memungkinkan untuk konsumen memilih dan memilikinya.
Variabel bebas Harga(X2)=jika harga terjangkau oleh konsumen sangat memungkinkan bagi konsumen untuk memilih dan membelinya.
Variabel bebas Promosi(X3)=dalam mempromosikan suatu barang/jasa bisa melalui media massa dan elektronik dengan pemberian hadiah, atau melalui antar konsumen(door to door) sangat mempengaruhi konsumen agar memilih barang/jasa tersebut.
Variabel bebas Distribusi(X4)=kegiatan perusahaan dalam menyalurkan barangnya haruslah dilokasi yang mudah dijangkau, sehingga konsumen dapat dengan mudah memperoleh barang tersebut.
Variabel terikat Keputusan Memilih(Y)=konsumen dalam memilih suatu barang/jasa sangat terpengaruh oleh informasi yang mereka terima dalam diagram ini yang mempengaruhi konsumen adalah keempat variabel bebas tersebut.
tahap selanjutnya menjaga dan memastikan konsumen merasa puas dengan keempat variabel bebas tersebut, sehingga konsumen terpengaruh untuk membeli. Karena jika konsumen merasa puas tidak menutup kemungkinan akan membeli barang/jasa pada bulan/tahun berikutnya. Tentang variabel bebas dan variabel terikat akan dijelaskan lebih lengkap pada Identifikasi Variabel.

I.4. TUJUAN PENELITIAN
Dengan adanya perumusan masalah tersebut di atas, maka tujuan dari penelitian ini adalah sebagai berikut :
1. Untuk mengetahui faktor-faktor secara simultan (bersama-sama) yang dipertimbangkan konsumen dalam membeli sepeda motor baru merk NASHA pada CV. DIRGAHAYU MOTOR di kota pamekasan
2. Untuk mengetahui faktor-faktor yang paling dominant pengaruhnya terhadap konsumen dalam membeli sepeda motor baru merk NASHA pada CV. DIRGAHAYU MOTOR di kota pamekasan
I.5. KEGUNAAN/MANFAAT PENELITIAN
Sebagaimana penelitian-penelitian yang mana penulis lakukan saat ini juga mempunyai kegunaan/manfaat. Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan manfaat bagi:
1.CV.DIRGAHAYU MOTOR di kota pamekasan sebagai bahan pertimbangan dalam merencanakan dan menentukan kebijakan pemasaran pada saat ini dan masa yang akan datang, khususnya di bidang perilaku konsumen sehingga membantu peningkatan omset penjualan.
2.CV.DIRGAHAYU MOTOR di kota pamekasan sebagai proses promosi/pengenalan bagi masayarakat pamekasan sehingga bisa mengetahui tempat penjualan sepeda motor merk NASHA melalui karya tulis.
3.Penulis sebagai bahan masukan dalam proses pengambilan keputusan tentang perencanaan strategi pemasaran yang tepat.
4.Dunia ilmu pengetahuan dan penelitian lanjutan di bidang ilmu pemasaran khususnya perilaku konsumen.
I.6. TINJAUAN PUSTAKA DAN HIPOTESIS
I.6.1. Tinjauan Pustaka
1.Kajian Tentang Manajemen Pemasaran
Pemasaran merupakan salah satu dari kegiatan-kegiatan pokok yang dilakukan oleh perusahaan untuk mempertahankan kelangsungan hidupnya, untuk berkembang, dan mendapatkan laba. Pada kehidupan seharian arti pemasaran sering dikacaukan dengan pengertian-pengertian penjualan, perdagangan, dan distribusi. Padahal istilah-istilah tersebut hanya merupakan satu bagian dari kegiatan pemasaran secara keseluruhan. Proses pemasaran dimulai jauh sejak sebelum barang-barang diproduksi, dan tidak berakhir dengan penjualan. Kegiatan pemasaran perusahaan harus dapat juga memberikan kepuasan kepada konsumen jika menginginkan usahanya berjalan terus atau konsumen mempunyai pandangan yang baik terhadap perusahaan.
Menurut William J. Stanton (dalam Basu Swasta, 2000, 4) pemasaran adalah “suatu sistem keseluruhan dari kegiatan-kegiatan usaha yang ditujukan untuk merencanakan, menentukan harga, memposisikan, dan mendistribusikan barang dan jasa yang dapat memuaskan kebutuhan baik kepada pembeli yang ada maupun pembeli potensial”. Dari definisi tersebut sangat jelas bahwa pemasaran sangat jauh dari penjualan, perdagangan, dan distribusi.
Kegiatan-kegiatan tersebut beroperasi di dalam suatu lingkungan yang terus menerus berkembang sebagai konsekuensi sosial dari perusahaan, tetapi juga dibatasi oleh sumber-sumber dari perusahaan itu sendiri dan peraturan-peraturan yang ada. Bagi pemasaran perubahan lingkungan dapat merupakan tantangan-tantangan baru yang memerlukan tanggapan dan cara penyelesaian yang baru pula, atau sebaliknya dapat berupa suatu peluang atau kesempatan mengembangkan usahanya. Oleh karena itu kegiatan pemasaran memerlukan suatu manajemen yang khusus yang sering dikenal dengan manajemen pemasaran.
Berdasarkan pendapat para ahli tersebut dapat disimpulkan bahwa perilaku konsumen adalah merupakan tindakan yang dilakukan oleh individu, kelompok atau organisasi yang dipengaruhi oleh internal dan eksternal dalam kaitannya dengan proses pengambilan keputusan untuk mendapatkan, menggunakan dan memperoleh pengalaman dari suatu produk atau jasa. Jadi dengan demikian terdapat tiga golongan yang saling berhubungan yaitu :
a.Aktifitas yang menyangkut tindakan, proses (cara-cara) dan hubungan sosial,
b.Orang-orang meliputi individu, kelompok atau organisasi
c.Pengalaman, menyangkut mendapatkan, menggunakan barang atau jasa.
Banyak faktor yang mempengaruhi perilaku konsumen yaitu faktor-faktor yang berasal dari lingkungan intern dan faktor-faktor yang berasal dari lingkungan ekstern. Menurut Basu Swasth D dan Hani Handoko (2000 : 58) menyatakan bahwa faktor-faktor lingkungan eksternal yang mempengaruhi perilaku konsumen yaitu :
a.Kebudayaan (cultur) dan kebudayaan khusus (sub culture)
b.Kelas sosial (Social class)
c.Kelompok – kelompok sosial (social group) dan kelompok referensi (Reference Group)
d.Keluarga (family).
Pengertian pasar menurut Kasmir dan Jakfar (2004 : 69) adalah “tempat bertemunya para penjual dan pembeli untuk melakukan transaksi”. Pengertian ini mengandung arti pasar memiliki tempat atau lokasi tertentu sehingga memungkinkan pembeli dan penjual bertemu. Dengan demikian pasar ini terdapat penjual dan pembeli untuk melakukan suatu transksi jual beli produk baik barang atau pun jasa.
Dengan majunya teknologi dimana transaksi bisnis tidak harus bertemu, tetapi bisa melalui telepon atau internet, maka pada kondisi yang seperti ini pengertian pasar tidaklah tepat. Selanjutnya Kasmir dan Jakfar (2004:70) memberikan pengertian pasar yang lebih luas yaitu “himpunan pembeli nyata dan pembeli potensiil atas suatu produk.” Dari definisi tersebut dapat dijelaskan bahwa pasar nyata adalah himpunan konsumen yang mempunyai minat, pendapatan dan akses pada suatu barang atau jasa tertentu, sehingga konsumen pasti melakukan pembelian karena di dukung oleh keinginan dan telah memiliki pendapatan. Sedangkan yang dimaksud dengan pasar potensiil adalah sekelompok konsumen yang memiliki minat tetapi belum mempunyai pendapatan, dalam hal ini konsumen belum melakukan pembelian.
Transaksi terjadi pasar, dipengaruhi oleh dua kekuatan yang saling tarik menarik yaitu permintaan dan penawaran. Secara umum faktor-faktor yang mempengaruhi permintaan suatu barang atau jasa adalah :
Harga barang atau jasa itu sendiri
Harga barang atau jasa lain yang memiliki hubungan (subsitusi)
Pendapatan
Selera
Jumlah
Dan faktor khusus / akses
Sedangkan faktor-faktor yang mempengaruhi penawaran suatu barang atau jasa adalah :
Harga barang atau jasa itu sendiri
Harga barang atau jasa lain yang memiliki hubungan (subsitusi)
Teknologi
Harga Input (ongkos produksi)
Tujuan perusahaan
Faktor khusus atau akses
Sedangkan pemasaran menurut Philip Kotler (dalam Kasmir dan Jakfar, 2004:74) adalah “suatu proses sosial dan manajerial dengan nama individu dan kelompok memperoleh apa yang mereka butuhkan dan inginkan dengan cara menciptakan serta mempertukarkan produk atau jasa dengan pihak lain.”
Sedangkan pengertian pemasaran menurut Kasmir dan Jakfar (2004:74) adalah “sebagai upaya untuk menciptakan dan menjual produk kepada berbagai pihak dengan maksud tertentu.”
Menurut William J Stanton (dalam Basu Swasta, 2000, 4) pemasaran adalah “suatu sistem keseluruhan dari kegiatan-kegiatan usaha yang ditujukan untuk merencanakan, menentukan harga, memposisikan, dan mendistribusikan barang dan jasa yang dapat memuaskan kebutuhan baik kepada pembeli yang ada maupun pembeli potensial.” Dari definisi tersebut sangat jelas bahwa pemasaran sangat jauh dari penjualan, perdagangan, dan distribusi.
Kegiatan-kegiatan tersebut beroperasi di dalam suatu lingkungan yang terus menerus berkembang sebagai konsekuensi sosial dari perusahaan, tetapi juga dibatasi oleh sumber-sumber dari perusahaan itu sendiri dan peraturan-peraturan yang ada. Bagi pemasaran perubahan lingkungan dapat merupakan tantangan-tantangan baru yang memerlukan tanggapan dan cara penyelesaian yang baru pula, atau sebaiknya dapat berupa suatu peluang atau kesempatan mengembangkan ushanya. Oleh karena itu kegiatan pemasaran memerlukan suatu manajemen yang khusus yang sering dikenal dengan manajemen pemasaran.
Menurut Basu Swasta (2000, 4) yang dimaksud dengan manajemen pemasaran adalah “penganalisaan, perencanaan, pelaksanaan, dan pengawasan program-program yang bertujuan menimbulkan pertukaran dengan pasar yang ditujukan dengan maksud untuk mencapai tujuan perusahaan.”
Dari berbagai definisi menurut para ahli tersebut di atas ternyata titik berat manajemen pemasaran ditekankan pada penawaran perusahaan dalam memenuhi kebutuhan dan keinginkan pasar tersebut serta menentukan harga, mengadakan komunikasi dan distribusi yang efektif untuk memberi tahu, mendorong serta melayani pasar.
Bagi perusahaan yang sudah mulai mengenal bahwa pemasaran merupakan faktor penting untuk mencapai sukses usahanya, akan mengetahui adanya cara dan falsafah baru yang terlibat di dalamnya. Cara dan falsafah baru ini disebut dengan konsep pemasaran. Menurut Basu Swasta (2000, 5) “Sebagai falsafah bisnis, konsep pemasaran bertujuan memberikan kepuasan terhadap keinginan dan kebutuhan konsumen, atau berorientasi pada konsumen (cunsumer oriented).”
3.Tinjauan Tentang Marketing Mix
Dalam manajemen pemasaran dikenal strategi marketing mix, menurut Jakfar dan Kasmir (2004: 106) dikatakan “strstegi bauran pemasaran (marketing mix) melalui “strategi produk, strstegi harga, strategi lokasi dan distribusi, strategi promosi.”
a.Kajian Tentang Produk
Menurut pendapat Philip Kotler (dalam Kasmir dan Jakfar, 2004: 106) Produk adalah “sesuatu yang dapat ditawarkan ke pasar untuk mendapatkan perhatian untuk dibeli, untuk digunakan atau dikonsumsi yang dapat memenuhi keinginan dan kebutuhan.”
Dari definisi di atas dapat dijelaskan dengan fisik atau benda berwujud dan benda tidak berwujud. Benda berwujud biasanya berbentuk fisik seperti rumah, sepeda motor, obat dan lain-lain, sedangkan yang tidak berwujud biasanya berbentuk jasa.
Setiap perusahaan yang melakukan kegiatan usaha pasti menghasilkan produk, dan produk inilah yang akan dipasarkan kepada konsumen. Dalam upaya melakukan suatu strategi produk maka dalam pengembangannya dapat berupa :

Penentuan logo dan motto
Menciptakan merk
Menciptakan kemasan
Menciptakan label
Logo merupakan ciri khas suatu produk, sedangkan motto merupakan serangkaian kata-kata yang berisikan misi dan visi perusahaan dalam melayani masyarakat. Baik logo maupun motto harus dirancang dengan benar. Pertimbangan pembuatan logo dan motto adalah sebagai berikut :
Logo dan motto harus memiliki arti (dalam arti positif)
Logo dan motto harus menarik perhatian
Logo dan motto harus mudah diingat
Merk merupakan suatu hal penting bagi konsumen untuk mengenal barang dan jasa yang ditawarkan. Pada prakteknya merk sering diartikan sebagai nama, istilah, simbul, disain atau kombinasi dari kesemuanya. Agar merk mudah dikenal masyarakat, maka penciptanya harus mempertimbangkan faktor-faktor antara lain :
Mudah diingat
Terkesan hebat dan modern
Memiliki arti (dalam arti positif)
Menarik perhatian
Kemasan merupakan pembungkus suatu produk. Penciptaan kemasan pun harus memenuhi persyaratan, seperti kualitas kemasan, bentuk, warna dan persyaratan lainnya yang mudah diingat oleh para konsumennya.
Label merupakan sesuatu yang dilekatkan pada produk yang ditawarkan dan merupakan bagian dari kemasan. Di dalam label harus menjelaskan siapa yang membuat, dimana dibuat, kapan dibuat, bagaimana cara penggunaan dari produk, kapan waktu kadaluarsa dan berbagai informasi lainnya.

b.Kajian Tentang Harga
Harga adalah sejumlah uang yang harus dibayarkan oleh konsumen untuk memperoleh barang atau jasa yang digunakan. Hal ini sesuai dengan yang dikemukakan oleh Basu Swastha (1992 : 241) bahwa : “Harga adalah jumlah uang yang dibutuhkan untuk mendapatkan sejumlah kombinasi dari produk atau jasa dan pelayanannya.”
Penetapan harga adalah merupakan suatu unsur yang pokok dalam upaya untuk merumuskan strategi penetapan harga. Oleh karena itu perusahaan perlu selalu memantau pasar dan harga jual barang atau jasa yang ditawarkan. Menurut Buchari (2001, 159) “Ada beberapa mecam kebijaksanaan harga yang dapat dilakukan yaitu :
Margin Pricing, penetapan harga yang didasarkan kepada kira-kira, asal ada untung produk bisa dijual. (biasanya dilakukan oleh pedagang kaki lima)
Price Lining, Biasanya dilakukan oleh toko-toko seperti kaos dari berbagai merek ditumpuk dalam satu kotak dan diberi harga sama
Competitors Price, dilakukan untuk menciptakan daya tarik biasanya dillakukan oleh toko-toko untuk memperoleh reputasi, caranya memberikan harga murah bahkan rugi pada barang yang dikenal umum
Judgement Pricing, harga yang didasarkan kepada perkiraan. Misalnya kita punya satu kodi atau satu lusin barang, ada satu atau dua yang bagus. Barang yang bagus ini diberi harga yang lebih tinggi dari yang lain dan ditempatkan bersama barang yang memang harganya mahal atau tinggi
Customary Prices, kebijaksanaan harga yang diperlukan pada suatu barang yang stabil. Artinya walaupun harga pokok produk meningkat harga tetap dipertahankan, tetapi biasanya mengurangi kwalitas atau kwantitasnya
Odd Prices, kebijaksanaan harga dengan menggunakan angka ganjil biasanya dilakukan di Super Market, misalnya Rp 49.950,- sebenarnya harga ini Rp 50 ribu kurang lima puluh rupiah tetapi dalam benak konsumen yang dibaca empat puluh ribunya bukan kurang lima puluh rupiahnya
Combination Offers, dalam hal ini diadakan penawaran kombinasi antara dua jenis barang misalnya minyak rambut dengan sisir harganya dipasang satu.
Penentuan harga oleh suatu perusahaan dimaksudkan dengan berbagai tujuan yang hendak dicapai. Menurut Kasmir dan Jakfar (2004, 108) Tujuan penentuan harga secara umum adalah sebagai berikut :
1.Untuk bertahan hidup
2.Untuk memaksimalkan laba
3.Untuk memperbesar market share
4.Untuk penentuan mutu produk
5.Karena persaingan
Tujuan penentuan harga untuk bertahan hidup biasanya dilakukan dengan semurah-murahnya hal ini dimaksudkan agar produk yang ditawarkan laku terjual dipasaran, dengan catatan harga murah tetapi masih dalam kondisi yang menguntungkan
Sedangkan tujuan penentuan harga untuk memaksimalkan laba, harga yang ditentukan dapat meningkatkan penjualan, peningkatan penjualan diharapkan dapat meningkatkan laba
Penentuan harga dalam upaya memperbesar market share, dalam hal ini harga ditentukan semurah-murahnya dengan harapan pelanggan dapat meningkat atau bertambah. Yang terpenting dalam hal ini pelanggan pesaing dapat dipindah pada perusahaan yang menentukan harga murah
Penentuan harga dikaitkan dengan mutu produk, biasanya dalam hal ini harga ditentukan dengan setinggi-tingginya dalam artian harga yang ditetapkan masih dapat dijangkau oleh konsumen. Penentuan harga dalam hal ini biasanya sangat dikaitkan dengan kwalitas produk yang ditawarkan
Penentuan harga pesaing, dalam hal ini biasanya perusahaan dalam menentukan harga disesuaikan dengan harga pesaing, dengan harapan produk yang ditawarkan dapat terjual dipasaran
Dari uraian-uraian tentang harga di atas maka nilai yang ditetapkan untuk suatu produk pasti memiliki tujuan tertentu. Ada beberapa metode dalam menentukan harga, Kasmir dan Jakfar (2004:109) mengatakan “ada beberapa metode dalam penentuan suatu harga produk antara lain (1) modifikasi harga atau diskriminasi harga dapat dialkukan menurut pelanggan, menurut bentuk produk, menurut tempat, menurut waktu. (2) Penentuan harga untuk produk baru terdiri dari market skiming pricing dan market penetration pricing.”
Dari metode penentuan harga tersebut dapat dijelaskan bahwa metode penentuan harga menurut pelanggan dimaksudkan harga dibedakan menurut konsumen utama (primer) atau nasabah biasa (sekunder). Sedangkan penentuan harga atas dasar bentuk produk biasanya dilakukan atas kelebihan-kelebihan yang dimiliki oleh suatu produk. Penentuan harga atas dasar wilayah biasanya harga yang ditentukan akan berbeda antara tempat yang satu dengan tempat yang lainnya, seperti harga makanan di restoran dengan harga makanan di PKL. Sedangkan penentuan harga atas dasar waktu biasanya harga ditentukan atas dasar waktu baik jam, hari maupun minggu. Misalnya harga foto wisudawan yang ditetapkan oleh foto grafer
Penentuan harga produk baru ada dua yaitu market skiming pricing yaitu harga awal produk yang ditetapkan setinggi-tingginya dengan tujuan bahwa produk atau jasa memiliki kualitas tinggi. Sedangkan market penetration pricing yaitu dengan menetapkan harga yang serendah-rendahnya dengan tujuan untuk memperluas pasar.
c.Kajian Tentang Saluran Pelayanan Distribusi
Saluran distribusi bertujuan untuki menentukan metode dan jalur yang akan dipakai dalam menyalurkan produk ke pasar. Faktor-faktor yang mempengaruhi saluran distribusi adalah :
Pertimbangan pembeli atau pasar
Karakteristik pelanggan mempengaruhi keputusan apakah menggunakan suatu pendekatan distribusi langsung atau tidak. Perusahaan harus mempertimbangkan jumlah dan frekuensi pembelian. Juga perlu dipertimbangkan sasaran pelanggan apakah sasarannya pasar konsumen atau pasar industri. Lokasi geografis dan ukuran pasar juga penting dipertimbangkan
Karakteristik produk
Produk yang kompleks dibuat khusus dan mahal cendrung menggunakan saluran yang pendek dan langsung, misalnya alat kedokteran.
Daur hidup produk juga menentukan pilihan saluran distribusi, pada tahap awal pembuatan produk dijual secara langsung tetapi dalam perkembangannya dapat menggunakan jasa perantara.
Faktor produsen atau pertimbangan pengawasan dan keuangan
Produsen yang memiliki sumber daya keuangan, manajerial dan pemasaran yang besar, dapat (lebih baik) menggunakan saluran langsung. Sebaiknya perusahaan yang kecil dan lemah lebih baik menggunakan jasa perantara
d.Kajian Tentang Promosi
Promosi merupakan kegiatan yang tak kalah pentingnya dengan kegiatan pemasaran lainnya. Tanpa promosi jangan diharapkan pelanggan dapat mengenal produk atau jasa yang ditawarkan. Oleh karena itu promosi merupakan sarana yang paling ampuh untuk menarik dan mempertahankan konsumennya. Salah satu tujuan promosi perusahaan adalah menginformasikan segala jenis produk yang ditawarkan dan berusaha menarik calon konsumen yang baru
Paling tidak ada empat macam sarana promosi yang dapat digunakan oleh setiap perusahaan dalam mempromosikan baik produk maupun jasanya. Menurut Jakfar dan Kasmir (2004:116) keempat sarana promosi yang dapat dilakukan adalah “periklanan (advertising), promosi penjualan (sales promotion), publisitas (publiciy) dan penjualan pribadi (personal selling).”
Iklan adalah sarana promosi yang digunakan oleh perusahaan guna menginformasikan, menarik, dan mempengaruhi calon konsumennya. Penggunaan promosi dengan iklan dapat dilakukan dengan berbagai media seperti :
Pemasangan billborard di jalan-jalan strategis
Pencetakan brosur
Pemasangan spanduk
Pemasangan iklan melalui koran
Pemasangan iklan melalui majalah
Pemasangan iklan melalui televisi
Pemasangan iklan melalui radio
Pemasangan iklan melalui media lainnya

4.Faktor-faktor yang mempengaruhi perilaku konsumen
Dalam mengenal konsumen perlu mempelajari perilaku konsumen, karena konsumen ditempatkan sebagai pusat perhatian dengan memperhatikan apa yang dia butuhkan dan diinginkan dan bagaimana memuaskan konsumen tersebut. Menurut James F. Engel dalam alih bahasa, Budiyanto (1994:3) menyatakan bahwa perilaku konsumen sebagai tindakan yang langsung terlibat dalam mendapatkan, mengkonsumsi dan menghabiskan produk dan jasa termasuk proses keputusan yang mendahului dan menyusuli tindakan ini. Menurut Gerald Zalman dan Melani Wallendorf dalam A.P. Mangkunegoro (1993:3) perilaku konsumen adalah tindakan-tindakan, proses dan hubungan sosial yang dilakukan oleh individu, kelompok dan organisasi dalam mendapatkan, menggunakan suatu produk atau jasa sebagai suatu akibat dari pengalamannya dengan produk, pelayanan dan sumber-sumber lainnya. Pendapat lain tentang perilaku konsumen ini dikemukakan oleh Basu Swastha D dan Hani Handoko (2000:10) menyatakan bahwa “perilaku konsumen dapat didefinisikan sebagai kegiatan-kegiatan individu yang secara langsung terlibat dalam mendapatkan dan mempergunakan barang-barang dan jasa-jasa, termasuk di dalamnya proses pengambilan keputusan pada persiapan dan penentuan kegiatan-kegiatan tersebut.”
Banyak faktor yang mempengaruhi perilaku konsumen yaitu faktor-faktor yang berasal dari lingkungan intern dan faktor-faktor yang berasal dari lingkungan ekstern. Menurut Basu Swasth D dan Hani Handoko (2000:58) menyatakan bahwa faktor-faktor lingkungan ekternal yang mempengaruhi perilaku konsumen yaitu :
1).Kebudayaan (kultur) dan kebudayaan khusus (sub culture)
2).Kelas sosial (Social class)
3).Kelompok-kelompok sosial (social group) dan kelompok referensi (Reference Group)
4).Keluarga (family)
Sedangkan faktor-faktor phisikologis yang berasal dari proses intern individu yang mempengaruhi perilaku konsumen adalah :
“(1) Motivasi
(2)Pengamatan
(3)Belajar
(4)Kepribadian dan konsep diri dan
(5)Sikap (Swastha dan Handoko, 2000:77)
Selanjutnya karakteristik yang berkaitan dengan pembelian terdiri dari faktor-faktor budaya, sosial, pribadi dan psikologis juga mempengaruhi perilaku pembelian (Kotler, dalam Basu Swastha, 1997:153)
a.Faktor Budaya
Faktor budaya yang meliputi budaya, sub budaya dan kelas sosial
Budaya merupakan faktor penentu, keinginan dan perilaku seseorang yang paling mendasar. Oleh karena itu faktor budaya ini sifatnya sangat luas dan menyangkut segala aspek kehidupan manusia
Sub budaya, setiap budaya memiliki sub budaya yang lebih kecil yang merupakan identifikasi dan sosialisasi yang has untuk perilaku anggotanya. Sub budaya ini meliputi kebangsaan, agama, ras, wilayah demografi
Kelas sosial, pada hakekatnya kita ini dibagi dalam tiga kelas sosial yaitu : golongan bawah, golongan menengah dan golongan atas
b.Faktor Sosial
Faktor sosial meliputi : kelompok referensi, keluarga serta peranan dan ststus
Kelompok Referensi
Kelompok referensi adalah kelompok yang memberikan pengaruh langsung atau tidak langsung terhadap sikap dan perilaku seseorang. Kelompok referensi menghadapkan seseorang pada perilaku konsumen dan juga gaya hidup baru. Kelompok tersebut juga mampu menciptakan suasana yang dapat mempengaruhi pemilihan konsumen terhadap merek dari produk
Keluarga
Keluarga organisasi konsumen yang terpenting dalam masyarakat, keluarga dapat memberikan pengaruh yang kuat terhadap perilaku seseorang dalam pemilihan suatu produk. Oleh karena itu pemasar harus tahu siapa yang berperan dominan dalam keluarga untuk mengambil keputusan pembelian
Peranan dan Status
Seseorang sering membeli produk untuk menyatakan peranan dan status mereka dalam masyarakat artinya sepanjang hidupnya seseorang terlibat dalam beberapa kelompok seperti keluarga, klup atau organisasi
c.Faktor Pribadi
Faktor seseorang dalam melakukan pembelian produk juga dipengaruhi oleh usia, pekerjaan, pendapatan, gaya hidup dan kepribadian
Usia
Faktor usia dan daur hidup akan mempengaruhi selera terhadap pemilihan suatu produk seperti pada saat usia remaja umumnya menykai produk yang menantang dan setelah tua lebih menyukai yang kalem
Pekerjaan dan Pendapatan
Pola konsumsi seseorang juga dapat dipengaruhi oleh pekerjaannya. Oleh karena itu perusahaan perlu mengidentifikasi kelompok pekerjaan atau jabatan untuk mempengaruhi mereka yang selanjutnya disesuaikan dengan produk yang ditwarkan. Selain itu pendapatan seseorang sangat besar pengaruhnya terhadap pemulihan dan pembelian suatu produk, sehingga dengan demikian perusahaan dapat meningkatkan volume penjualan dan memperoleh keuntungan yang optimal
Gaya Hidup
Faktor gaya hidup seseorang menggambarkan keseluruhan pribadi yang berinteraksi dengan lingkungan, dalam kehidupan sehari-hari yang menyatakan dalam kegiatan, minat maupun pendapat (opini) yang bersangkutan
d.Faktor Psikologis
Perilaku pembelian seseorang juga dipengaruhi oleh faktor-faktor psikologis seperti : motivasi, persepsi, pengetahuan, kepercayaan dan sikap
Motivasi
Motivasi pembelian seseorang umumnya didorong oleh kebutuhan dasarnya. Semakin besar/tinggi kebutuhan dasarnya akan semakin kuat pula motivasinya
Persepsi dan Pengetahuan
Seseorang yang termotivasi siap untuk melakukan perbuatan yang dipengaruhi persepsinya terhadap situasi yang dihadapinya. Pengetahuan seseorang tentang produk, harga dan tempat pembelian juga akan mendorong atau menghambat tindakan pembelian
Kepercayaan dan Sikap
Melalui perbuatan dan belajar orang akan memperoleh kepercayaan dan sikap. Selanjutnya akan mempengaruhi tingkah laku dalam memilih atau membeli. Suatu kepercayaan adalah suatu gagasan deskriptif yang dianut oleh seseorang tentang sesuatu. Sebuah sikap menggambarkan penilaian kognitif yang baik maupun yang tidak baik, perasaan emosional dan cendrung berbuat yang bertahan selama waktu tertentu terhadap beberapa obyek. Oleh karena itu sikap sulit untuk berubah
5.Pengambilan Keputusan
Menurut Philip Kotler (dalam Tjiptono, 2000:20) menyatakan “bahwa dalam keputusan pembelian barang, konsumen sering ada lebih dari dua pihak yang terlibat dalam proses pertukaran atau pembeliannya. Umumnya ada lima macam peranan yang dapat dilakukan seseorang. Ada kalanya kelima peranan tersebut dilakukan beberapa orang. Pemahaman mengenai masing-masing peranan ini sangat berguna dalam rangka memuaskan kebutuhan dan keinginan konsumen. Kelima peranan tersebut meliputi :
a.Pemrakarsa (Inisiator)
b.Pemberi pengaruh (Influencer)
c.Pengambil Keputusan (Desider)
d.Pembeli (Buyer)
e.Pemakai (User)
Pengambilan keputusan yang dilakukan konsumen/pengguna jasa pada dasarnya untuk melakukan pembelian diawali oleh adanya kesadaran pemenuhan kebutuhan atau keinginan dari konsumen itu sendiri. Atas kesadaran pemenuhan kebutuhan dan keinginan itu maka konsumen mulai mencari informasi mengenai produk / jasa yang dapat memenuhi kebutuhan atau keinginannya. Dari informasi yang telah diperolehnya baru diadakan seleksi atas macam produk/jasa yang tersedia. Pengambilan keputusan dapat dijelaskan bahwa proses pengambilan keputusan terdiri dari lima tahap yaitu :
1.Menganalisa keinginan dan kebutuhan
2.Pencarian informasi dan sumber informasi yang ada
3.Penilaian dan pemilihan (seleksi) terhadap alternatif pembelian
4.Keputusan untuk membeli
5.Perilaku setelah pembelian


I.6.2. Hipotesis
Berdasarkan pada perumusan masalah tujuan penelitian dan landasan teori yang dikemukakan sebelumnya, maka hipotesa yang diajukan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut :
1.Faktor produk, faktor harga, faktor promosi dan faktor distribusi, diduga merupakan faktor yang dipertimbangkan konsumen dalam pembelian sepeda motor baru merk NASHA pada CV. DIRGAHAYU MOTOR di kota pamekasan.
2.Diduga faktor harga merupakan faktor dominan yang dipertimbangkan konsumen dalam pembelian sepeda motor baru merk NASHA pada CV. DIRGAHAYU MOTOR di kota pamekasan.
I.7. METODE PENELITIAN
I.7.1. Lokasi Penelitian
Dalam lokasi penelitian penulis mengambil daerah Kabupaten Pamekasan dimana lokasi tersebut daerah pemasaran utama bagi CV.DIRGAHAYU MOTOR, sekaligus pengenalan produk. Karena daerah Kabupaten Pamekasan sangatlah luas maka penulis hanya meneliti pada daerah kota pamekasan, disebabkan keterbatasan tenaga dan materi sekaligus memudahkan penulis untuk menyebarkan angket, sedangkan lokasi CV.DIRGAHAYU MOTOR berada di Jl.KABUPATEN NO.10 (Depan Pasar Gadin, Sebelah Timur Indomaret) Kota Pamekasan.
I.7.2. Jenis Penelitian
Pada jenis penelitian ini penulis menggunakan metode survei dengan pendekatan langsung kepeda konsumen CV.DIRGAHAYU MOTOR yang membeli sepeda motor baru merk NASHA, dimana data yang menyangkut variabel bebas yaitu: (produk, harga, promosi, distribusi) dan variabel terikat yaitu: keputusan memilih sepeda motor baru merk NASHA di CV.DIRGAHAYU MOTOR,yang akan dikumpulkan dalam waktu yang bersamaan.
I.7.3. Populasi Dan Sampel
Berikut ini akan penulis disajikan tentang pengertian Populasi dan Sampel, Populasi menurut Sugiono (2002:57) “Adalah wilayah generalisasi yang terdiri atas obyek/subyek yang mempunyai kuantitas dan karakteristik tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan kemudian ditarik kesimpulan”.
Sedangkan Sampel meurut Sugiono (2002:57) “Adalah sebagian dari jumlah dan karakteristik yang dimiliki oleh populasi tersebut”. Selanjutnya Sugiono (2002:58) mengatakan “Bila populasi besar dan peneliti tidak mungkin mempelajari semua yang ada pada populasi, misalnya karena keterbatasan dana, tenaga, dan waktu, maka peneliti dapat menggunakan sampel yang diambil dari populasi itu”.
Berdasarkan pendapat di atas maka pada penelitian ini akan menggunakan Data Sampel artinya sebagian pembeli sepeda motor baru merk NASHA pada CV. DIRGAHAYU MOTOR di pamekasan.
I.7.4. Jenis Dan Sumber Data
Jenis data yang penulis ambil yaitu Data Primer artinya data yang langsung diperoleh dari objek penelitian. (pelanggan/pembeli sepeda motor baru merk NASHA pada CV. DIRGAHAYU MOTOR di kota pamekasan). Disamping Data Primer penulis juga menggunakan Data Sekunder yaitu data yang diambil dari literatur maupun data yang diambil dari dokumentasi dan arsip.
I.7.5. Tehnik Pengumpulan Data
pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan dengan beberapa cara sebagai berikut :
a. Survey pendahuluan yakni penelitian secara umum terhadap para konsumen dengan tujuan mengetahui permasalahan yang dihadapinya.
b. Penelitian lapangan yakni dengan upaya untuk memperoleh data primer secara langsung melalui :
Interview : Dalam hal ini penulis mengadakan tanya jawab dan tatap muka secara langsung dengan para konsumen CV. DIRGAHAYU MOTOR di kota pamekasan.
Kuesioner : Dalam hal ini penulis membuat angket dan penyebarannya kepada para responden/konsumen.
Untuk mengukur variabel-variabel tersebut, digunakan kuesioner yang dibagaikan kepada responden. Kuesioner tersebut disusun dalam kalimat pertanyan dan responden diminta untuk memberikan tanggapannya dengan memberikan tanda silang (X).
Sebagai pengukuran terhadap tanggapan-tanggapan/pertanyaan dari responden digunakan Skala Likert Singgih (2000:269). Skala Likert adalah Skala yang berisi lima tingkat jawaban yang merupakan Skala Jernis Ordinal.
Untuk memberikan nilai pada item-item pertanyaan tersebut, maka disusun sebagai berikut :
Sangat setuju diberi skor 5
Setuju diberi skor 4
Cukup setuju diberi skor 3
Tidak setuju diberi skor 2
Sangat tidak setuju diberi skor 1
Selanjutnya untuk mengelompokkan kategori jawaban tersebut maka :
Sangat setuju : 4,51 s/d 5,00
Setuju : 3,51 s/d 4,50
Cukup setuju : 2,51 s/d 3,50
Tidak setuju : 1,51 s/d 2,50
Sangat tidak setuju : 1,00 s/d 1,50
I.7.6. Pengujian Instrumen
Menurut pendapat Prof. Dr. Soekidjo Notoatmodjo: Rineka Cipta. 2002.Instrumen Penelitian adalah alat-alat yang akan digunakan untuk pengumpulan data. Instrumen ini dapat berupa kuesioner (daftar pertanyaan), formulir observasi, formulir-formulir lain yang berkaitan dengan pencatatan data dan sebagainya.
Agar instrumen penelitian valid dan reliable maka sebelum digunakan perlu diuji coba (pre test) terlebih dahulu. Yang dimaksud valid adalah instrumen sebagai alat ukur benar-benar mengukur apa yang diukur. Sedangkan reliable artinya instrumen sebagai alat ukur dapat memperoleh hasil ukur yang ajeg (konsisten) atau tetap asas. Uji instrumen ini dapat menggunakan rumus korelasi Product Moment.
Validitas dan Reliabilitas
Sebelum penelitian dilaksanakan maka langkah yang utama adalah
melakukan uji coba instrumen penelitian. Uji coba dari butir-butir instrumen pada
kelima variabel yaitu X1,X2,X3,X4 dan Y dimaksudkan untuk menguji keabsahan dan kehandalan butir-butir instrumen yang digunakan dalam penelitian. Untuk itu hasil uji coba harus dicari validitas dan reliabilitasnya.
Validitas
Menurut Sugiyono (2000:106), validitas instrumen diuji dengan
menggunakan korelasi skor butir dengan skor total 'Product Moment (Pearson) ".
Analisis dilakukan terhadap semua butir instrumen. Kriteria pengujiannya
dilakukan dengan cara membandingkan r hitung dengan r table pada taraf a =
0,05. Rumus korelasi Product Moment dari Karl's Pearson menurut kutipan
Sugijono (2000:213) :

dengan rxy = Koefisien korelasi antara gejala x dan gejala y
x = skor butir item
y = Jumlah skor
n = Jumlah data
Jika hasil perhitungan temyata r hitung > r tabel maka butir instrumen
dianggap valid, sebaliknya jika r hitung < r tabel maka dianggap tidak valid (invalid) , sehingga instrumen tidak dapat digunakan dalam penelitian. Sementara itu Masrun dalam Sugiyono (2000:160) menyatakan “teknik korelasi untuk menentukan validitas item ini sampai sekarang merupakan teknik yang paling banyak digunakan:. Selanjutnya dalam memberikan interpretasi terhadap koefisien korelasi, Masrun menyatakan “Item yang mempunyai korelasi positif dengan kriterium (skor total) serta korelasinya tinggi, menunjukkan bahwa item tersebut mempunyai validitas yang tinggi pula. Biasanya syarat minimum untuk dianggap memenuhi syarat adalah kalau r =0,3”. Jadi kalau korelasi antara butir dengan skor total kurang dari 0,3 maka butir dalam instrumen tersebut dinyatakan tidak valid. Reliabilitas Koefisien reliabilitas instrumen dimaksudkan untuk melihat konsistensi jawaban butir-butir pemyataan yang diberikan oleh responden Adapun alat analisisnya menggunakan metode belah dua (split half) dengan mengkorelasikan total skor ganjil lawan total skor genap, selanjutnya dihitung reliabilitasnya menggunakan rumus "Spearman Brown’, dengan rumus dalam kutipan Sugiyono (2000:104) ri = reliabilitas internal seluruh isntrumen rb = Korelasi Product Moment antara belahan pertama dan kedua Pedoman dari Sugiyono (2000:109), pemberian interpretasi terhadap reliabilitas (r1) pada umumnya digunakan patokan sebagai berikut : 1) Reliabilitas (rl) uji coba sama dengan atau lebih dari 0,70 berarti hasil uji coba tesnya memiliki reliabilitas tinggi; 2) Reliabilitas (r1) uji coba kurang dari 0,70 berarti hasil uji coba tesnya memiliki reliabilitas kurang (un-reliable).' I.7.7. Definisi Operasional Pada penelitian ini terdapat dua variabel yaitu variabel bebas dan variabel terikat, kedua variabel ini dapat diberi definisi operasional sebagai berikut. Dimaksudkan dengan faktor-faktor yang dipertimbangkan konsumen adalah faktor produk, harga, promosi, dan saluran pelayanan dalam membeli mobil baru di CV. Dirgahayu Motor Pamekasa 1.Dimaksudkan dengan faktor-faktor yang dipertimbangkan konsumen adalah faktor produk, harga, promosi, dan distribusi dalam memilih/membeli sepeda motor baru merk NASHA pada CV.DIRGAHAYU MOTOR di kota pamekasan. a.Produk (Barang) Dimaksudkan dengan Produk adalah barang yang ditawarkan perusahaan kepada konsumen yaitu sepeda motor baru merk NASHA b.Price (Harga) Dimaksudkan dengan Price adalah merupakan sejumlah uang yang harus dibayarkan oleh konsumen untuk memperoleh sejumlah barang atau jasa. c.Promotion (Promosi) Dimaksudkan dengan Promosi adalah merupakan suatu aktivitas yang dilakukan perusahaan untuk mempengaruhi konsumen, agar selalu ingat akan barang yang ditawarkan dan kemudian membelinya. d.Place (Pelayanan distribusi) Dimaksudkan dengan Place/ Pelayanan adalah merupakan sikap ramah tamah dari pemilik barang kepada konsumen sehingga konsumen dapat dengan mudah memperoleh barang tersebut di tempat yang strategis. 2.Dimaksudkan dengan memilih sepeda motor baru merk NASHA merupakan keputusan konsumen dalam memenuhi kebutuhannya. I.7.8. Identifikasi Variabel Dari masing-masing variabel di atas dapat diindetifikasikan sebagai berikut : Variabel bebas produk dengan simbul X1 Variabel ini dapat diukur dari pertimbangan konsumen dalam sepeda motor baru merk NASHA dengan indikator sebagai berikut. 1.Pilihan Type, indikator ini akan mengukur penilaian responden, apakah berbagai Type sepeda motor baru merk NASHA yang disediakan oleh CV. Dirgahayu Motor Pamekasan sesuai dengan selera konsumen 2.Pilihan Cc, indikator ini akan mengukur penilaian responden, apakah berbagai Cc sepeda motor baru merk NASHA yang disediakan oleh CV. Dirgahayu Motor Pamekasan sesuai dengan selera konsumen. Variabel bebas harga dengan simbul X2 Variabel ini dapat diukur dari pertimbangan konsumen dalam menguburkan penghasilannya untuk mendapatkan mobil baru yang dibutuhkan diukur dengan indikator sebagai berikut. 1.Harga mobil baru, indiaktor ini akan mengukur penilaian responden, apakah harga sepeda motor baru merk NASHA yang ditawarkan oleh CV. Dirgahayu Motor Pamekasan dapat dijangkau oleh konsumennya 2.Harga jual pasca membeli (bekas), indikator ini akan mengukur penilaian responden, apakah pasca jual (sepeda bekas) yang dibeli masih relatif stabil. Variabel bebas promosi simbul X3 Variabel ini dapat diukur dari daya tarik yang diinformasikan oleh CV. Dirgahayu Motor Pamekasan tentang sepeda motor baru merk NASHA yang disediakan dari berbagai type dan Cc, dapat diukur dengan indikator sebagai berikut. 1.Promosi melalui pemberian hadiah, indikator ini akan mengukur ketertarikan konsumen terhadap hadiah yang dijanjikan oleh CV. Dirgahayu Motor Pamekasan 2.Promosi melalui media cetak, indikator ini akan mengukur ketertarikan konsumen terhadap informasi melalui media cetak tentang sepeda motor baru yang disediakan oleh CV. Dirgahayu Motor Pamekasan dari berbagai type dan Cc 3.Promosi melalui spanduk, indikator ini akan mengukur ketertarikan konsumen terhadap informasi melalui spanduk tentang sepeda motor baru yang disediakan oleh CV. Dirgahayu Motor Pamekasan dari berbagai type dan Cc. Variabel saluran Pelayanan distribusi dengan simbul X4 Variabel ini dapat diukur dari kemudahan konsumen dalam mendapatkan sepeda motor baru yang dibutuhkan dengan indikator sebagai berikut. 1.Melalui perantara, indikator ini akan mengukur kemudahan konsumen untuk mendapatkan sepeda motor baru berbagai type dan Cc, melalui perantara 2.Langsung ke lokasi / perusahaan, indikator ini akan mengukur kemudahan konsumen untuk mendapatkan mobil baru berbagai type dan Cc langsung pada CV. Dirgahayu Motor Pamekasan Variabel terikat keputusan memilih dengan simbul Y 1.Pengenalan ini diukur kebutuhan, indikator ini akan mengukur kebutuhan konsumen untuk berbagai type dan Cc sepeda motor baru. 2.Pencarian berbagai informasi indikator ini akan mengukur prilaku konsumen dalam mencari informasi tentang sepeda motor baru berbagai type dan Cc 3.Evaluasi alternatif mobil baru, indikator ini akan mengukur penilaian konsumen terhadap sepeda motor baru yang disediakan oleh CV. Dirgahayu Motor Pamekasan untuk berbagai type dan Cc 4.Keputusan pembelian, indikator ini akan mengukur keputusan konsumen dalam membeli sepeda motor baru untuk berbagai type dan Cc di CV. Dirgahayu Motor Pamekasan 5.Evaluasi pasca pembelian, indikator ini akan mengukur respon konsumen setelah membeli sepeda motor baru untuk berbagai type dan Cc di CV. Dirgahayu Motor Pamekasan I.8. TEHNIK ANALISA DATA DAN UJI HIPOTESIS I.8.1. Tehnik Analis Data a. Analisis Kualitatif Untuk memberikan hasil dari suatu penelitian maka terlebih dahulu perlu mengadakan penganalisaan. Pada penelitian ini terdapat dua analisa yaitu Analisa Kualitatif dan Analisa Kuantitatif. Analisa Kualitatif dimaksudkan untuk mendeskripsikan data yang telah diolah oleh penulis. Pada analisa ini diharapkan mendapat gambaran tentang kondisi dari masing-masing variabel. Sedangkan analisanya mengacu pada skala pengukuran yang telah diuangkap pada pembahasan di atas yaitu Skala Likert. b. Analisis Kuantitatif / Analisis Statistik Analisis Statistik ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh variabel bebas terhadap variabel terikat sesuai dengan tujuan penelitian pada pembahasan di atas. Untuk mengetahui faktor-faktor apakah yang dipertimbangkan konsumen dalam membeli sepeda motor baru merk NASHA pada CV. DIRGAHAYU MOTOR di kota PAMEKASAN , maka penulis akan mengacu pada pendapat Wijaya (2001:81) “Persamaan Umum Regresi Linier Ganda adalah : µY|x1,x2,….xk=ß0+ß1×1+………………...ßk×k diduga dari persamaan Y=b0+b1X1+b2X2+…………………….+ bkXk Koefisien b1 menyatakan rata-rata perubahan Y apabila x1 berubah satu satuan dengan b0 dan b2 tetap, juga untuk b2 menyatakan rata-rata perubahan Y apabila x2 berubah satu satuan dengan b0 dan b1 tetap” Dalam perhitungannya penulis akan menggunakan program Bantu SPSS (Statistical Product and Service Solutions) for Windows Versi 10. Hal ini dimaksudkan untuk memudahkan perhitungan yang akan dilakukan oleh penulis. I.8.2. UJI HIPOTESIS Setelah diadakan pembahasan baik secara kualitatif maupun kuantitatif maka perlu diadakan pengujuian hipotesis. Untuk menguji hipotesis yang pertama penulis mengadopsi dari pendapat Wijaya (2001:84) “Uji keberartian regresi linier ganda sebagai satu kesatuan perlu dilakukan untuk menilai apakah ada artinya untuk membuat kesimpulan (ramalan) mengenai hubungan antara Y dengan X1,X2,…………Xk. Uji ini dilakukan dengan statistic F dengan rumus sebagai berikut:
Dimana :
R² = Koefisien determinan
K = Jumlah variabel independent
n = Jumlah sampel
F = F hitung yang selanjutnya dibandingkan dengan F tabel
1-R² = Residual
Karakteristik Pengujian :
H0 : b1 = b2 = b3 = 0, Artinya secara simultan tidak ada pengruh antara variabel independent terhadap variabel dependent.
H0 : b1 ≠ b2 ≠ b3 ≠ 0, Artinya secara simultan terdapat pengaruh yang signifikan antara variabel independent terhadap variabel dependent.
Dalam hal ini regresi dapat diuji dengan taraf nyata 10% (0,10) dengan taraf kepercayaan (df) 90%.
Jika : F hitung > F tabel = H0 ditolak, H1 diterima.
F hitung < F tabel = H0 diterima, H1 ditolak. Selanjutnya untuk mengetahui manakah yang paling dominan memberikan pengaruh kepada variabel terikat, maka Sugiyono (2001:158) “Bila t hitung lebih besar dari t tabel, maka koefisian parsial yang ditentukan signifikan (nyata) atau dapat digeneralisasikan, nilai t hitung terbesar itulah biasanya yang memberikan kontribusi terbesar terhadap variabel terikat”. Rumus t hitung sebagai berikut :
Dimana :
bi= koefisien ke-i
bo= parameter ke-I yang dihipotesakan
sbi= kesalahan standar bi
Nilai t ini akan dikonsultasikan dengan t tabel, jika t hitung lebih besar dari t tabel maka hipotesa yang diajukan dapat diuji kebenarannya, dan jika t hitung lebih kecil dari t tabel maka hipotesa kerja ditolak dan menerima hipotesa nihil. Dalam perhitungan ini akan jadi satu dengan tekhnik analisis yaitu menggunakan bantuan SPSS For Windows versi 10.

I.9. JADWAL PENELITIAN
Pelaksanaan penelitian ini diperkirakan memerlukan waktu sebagai berikut :
a.Tahap persiapan selama 7 hari
b.Tahap penyusunan proposal 25 hari
c.Tahap penyajian izin penelitian selama 7 hari
d.Tahap penelitian di lapangan selama 25 hari
e.Tahap tabulasi data,analisa data dan penarikan kesimpulan selama 30 hari
f.Tahap laporan hasil penelitian selama 20 hari
I.10. SISTEMATIKA PENULISAN SKRIPSI
Adapun sistematika dari penelitian yang dilakukan oleh penulis saat ini adalah :
BAB I Pendahuluan
Bab ini berisikan latar belakang masalah, rumusan masalah, tujuan dan manfaat penelitian secara sistematika penulisan.
BAB II Tinjauan Pustaka
Bab ini menjelaskan tentang landasan teori dan metode penelitian.
BAB III Metodologi Penelitian
Bab ini menjelaskan metode cara kerja untuk memahami objek yang sedang diteliti yang didalamnya melekat tehnik atau alat yang dipergunakan dalam penelitian tersebut.
BAB IV Analisis
Bab ini menyajikan tentang hasil-hasil penelitian terdiri dari tinjauan objek penelitian dan pembahasannya. Pada bab ini juga akan dikupas tentang pengujian Hipotesis.
BAB V Penutup
Bab ini akan dibahas tentang kesimpulan dan saran-saran yang dapat penulis ajukan. Sedangkan daftar pustaka dan lampiran-lampiran akan disajikan setelah Bab IV.

I.11. DAFTAR PUSTAKA
1.David L. Loundon, Albert J. Bella Bitta, 1993, Consumer Behavior, Concept and Aplication, Fourth Edition, Mc. Graw Hill International Editing.
2.A. W. Wijaya dan M. Asyik Wahab, 1990, Komunikasi Administrasi Organisasi dan Manajemen, Cetakan Ketiga, Penerbit CV. Bina Aksara, Jakarta.
3.Basu Swasta, D.H. dan T. Hani Handoko, 2000, Manajemen Pemasaran, Analisa Perilaku Konsumen, Edisi Pertama, BPFE, Yogyakarta.
4.James F. Angels et. Al. dalam bukunya Perilaku Konsumen, Fourth Edition, McGraw Hill, Toronto, alih bahasa FX. Budiyanto, Penerbit Binarupa Aksara, 1993, Page 3.
5.Kotler, Philip, 1997, Manajemen Pemasaran, Jilid 1 & 2, Terjemahan Teguh Hendra, Ronny Antonius Rusli, Penyunting Agus Hasan Pura Anggara Wijaya, Edisi Revisi, Prenha Windu, Jakarta.
6.Sugiono, Metode Penelitian Administrasi, Penerbit Alfabeta, Bandung. , 2002
7.Masri Singarimbun dan Sofian Effendi Definisi Operasional,Penerbit Binarupa Aksara, 1982, Page 32.
8.Santoso Singgih, 2000, Buku Latihan SPSS Statistik Parametrik, Alex Media Komputindo, Jakarta.
9.Masrun dan Sugiyono, teknik uji korelasi instrumen, Penerbit Alfabeta, Bandung, 2000:106
10.Prof. Dr. Soekidjo Notoatmodjo. Metodologi Penelitian. Cet. ke-2, Januari. Jakarta : Rineka Cipta. 2002.
Situs Internet Rujukan :
© http://www.geocities.com/guruvalah (sugiyono uji korelasi instrument)

© http://www.google.com/-Prof.Dr. Soekidjo Notoatmojo (kerangka pemikiran)

(jika anda ingin memilikicontoh skripsinya lengkap dlm format(M.word)Silahkanhub.08563056386(pak eko)(SMS aja)
anda hanya mengganti ongkos pengetikan MURAH(150rb/judul)
pembayaran melalui transfer antar BANK, pengriman via email.
Caranya berkas akan kirim duluan via email anda tetapi berpassword, setelah anda melakukan pembanyaran, maka password akan dikirim via sms ke no.hp anda.